Penulis: Agen Bola

Final Liga Champions Mempertemukan Real Madrid Dengan Liverpool

Final Liga Champions Mempertemukan Real Madrid Dengan Liverpool

Liga Champions telah mendapatkan dua finalisnya. Liverpool akan menantang sang juara bertahan Real Madrid di partai ulangan musim 1980/1981.

Kepastian tersebut didapatkan setelah Liverpool mengunci tiket final di kota Roma, Kamis (5/3/2018) dinihari WIB. Melakoni leg kedua di markas AS Roma, Liverpool lolos meski kalah 2-4.

Dengan hasil tersebut, Liverpool melaju ke final dengan agregat 7-6 setelah menang 5-2 pada leg pertama. Ini adalah final pertama untuk tim Merseyside tersebut sejak 2006/2007, di mana mereka jadi runner-up usai dikalahkan AC Milan. Agen Bola

Di partai final, Liverpool akan menantang juara dua musim terakhir, Real Madrid. Madrid lebih dulu memastikan diri ke pertandingan pamungkas setelah menaklukkan Bayern Munich dengan agregat 4-3.

Dalam sejarahnya, baru lima kali Madrid dan Liverpool berhadapan di kompetisi Eropa. Sekali di era Piala Champions, lalu empat sisanya di era baru.

Satu-satunya pertemuan di era Piala Champions itu merupakan laga final. Liverpool keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 pada laga di Parc de Princes tersebut.

Pada sisa empat pertemuan, yang seluruhnya terjadi di era Liga Champions, kedua tim dua kali saling mengalahkan. Liverpool menaklukkan Madrid dengan agregat 5-0 pada musim 2008/2009.

Madrid lantas membalasnya di musim 2014/2015, dengan kemenangan beragregat 4-0. Bandar Bola

Laga final musim ini sendiri akan berlangsung di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev pada Minggu (27/5/2018) dinihari WIB.

Klopp: Liverpool Akan On Fire

Manajer Liverpool Juergen Klopp sadar betul bahwa Real Madrid unggul pengalaman atas timnya. Namun, Klopp menjanjikan Liverpool akan tampil ‘meledak’.

Kedua tim akan berjumpa di final Liga Champions yang akan dipanggungkan di Kiev pada 26 Mei. Madrid lolos lebih dahulu setelah mengandaskan Bayern Munich dengan agregat 4-3 di semifinal, sedangkan Liverpool melaju lewat keunggulan agregat 7-6 atas AS Roma. Judi Online

Duel tersebut akan menjadi pertemuan pertama Liverpool dengan Madrid dalam empat tahun. Ketika itu, Los Blancos dua kali mengalahkan Si Merah di fase grup dengan skor 3-0 di Anfield dan 1-0 di Santiago Bernabeu.

Menghadapi Madrid, Liverpool akan dimotori tiga pemain depannya; Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino. Mereka ini sudah mengemas total 29 gol, menjadi trisula tertajam di kompetisi ini melewati ‘BBC’-nya Madrid ; Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo (28 gol) di 2013/14.

“Kami pernah tampil di final Piala Liga dan tidak memenanginya,” ucap Klopp di the Guardian. “Orang-orang tidak mengatakan kepada saya di jalan sejak saat itu: ‘Terima kasih sudah membawa kami ke final’.

“Kami juga pernah mencapai final Liga Europa. Tidak ada orang yang mengatakan terima kasih. Saya tidak melihat trofi setelah pertandingan-pertandingan itu. Mereka tidak memajang piala di Melwood. Sayang sekali, tapi begitulah permainan. Masih ada pekerjaan untuk dilakukan.” Taruhan Bola

“Maju ke final sungguh menyenangkan, tapi memenanginya lebih menyenangkan lagi. Kami akan siap tapi lawan kami adalah Real Madrid. Anda tidak bisa lebih berpengalaman di kompetisi ini daripada Real Madrid,” lanjut Klopp.

“Saya pikir 80% pemain dari tim mereka bermain di final-final itu. Mereka tampil empat kali di final dalam lima tahun terakhir dan masih bersama. Mereka berpengalaman, kami tidak. Namun, kami akan benar-benar on fire,” cetus dia.

Jelang Lawan Madrid, Roma: Semoga Berhasil di Final, Salah

Jelang Lawan Madrid, Roma: Semoga Berhasil di Final, Salah

AS Roma sangat kecewa gagal melaju ke final Liga Champions, namun mereka berusaha tegar dan mendoakan Mohamed Salah supaya berhasil di laga final.

Roma berhasil mengalahkan Liverpool 4-2 dalam leg kedua semifinal Liga Champions di Olimpico, Kamis (3/5/2018) dinihari WIB. Namun, hasil itu tak cukup membuat Giallorossi melangkah ke final setelah sebelumnya kalah 2-5 di Anfield.

Kegagalan ini tentu sangat menyakitkan untuk Roma. Namun, mereka tetap bisa menunjukkan jiwa kesatria dengan memberikan ucapan kepada mantan pemainnya, Salah. Agen Bola

Melalui cuitan di akun Twitter resmi klub, Roma berharap Salah bisa berhasil di final Liga Champions. The Reds nantinya akan berhadapan dengan Real Madrid di Kiev pada 26 Mei mendatang.

“Ini sangat menyakitkan sehingga impian #ASRoma yang luar biasa untuk pergi ke Kiev sudah berakhir, tetapi Anda (Salah) akan berada di sana dengan warna baru Anda. Semoga berhasil di final #UCL @MoSalah,” tulis Roma dengan mengunggah kartun Salah yang mengenakan setengah jersey Roma dan Liverpool.

Salah bisa dikatakan salah satu aktor yang membuat Roma menderita. Dia mencetak dua gol dan dua assists saat Liverpool mengalahkan Serigala Roma 5-2 di Anfield pada leg I semifinal.

Liverpool dan Roma Pecahkan Rekor Gol 20 Tahun

Liverpool melaju ke final Liga Champions setelah menyingkirkan AS Roma dalam laga dua leg. Pertemuan kedua tim juga menghadirkan rekor baru dalam hal gol.

Roma berhasil mengalahkan Liverpool 4-2 dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Olimpico, Kamis (3/5/2018) dinihari WIB. Namun, hasil itu tak cukup untuk membalas kekalahan 2-5 di Anfield pada pertemuan pertama. Bandar Bola

Dengan hasil itu Liverpool berhak melangkah ke babak final setelah menang agregat 7-6. Menurut catatan Opta, laga semifinal ini menghasilkan gol terbanyak selama babak semifinal Liga Champions dalam pertandingan dua leg.

Total 13 gol yang dibuat oleh Liverpool dan Roma, melampaui catatan 10 gol di laga semifinal 1997-1998 antara Juventus vs AS Monaco. 20 tahun lalu, Bianconeri berhasil ke final dengan menang agregat 6-4 setelah lebih dulu unggul 4-1 di kandang dan kalah 2-3 di markas Monaco.

Di laga final nanti Liverpool akan bertemu dengan Real Madrid yang melaju usai menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat 4-3. Laga puncak nantinya akan berlangsung di Kiev pada 26 Mei waktu setempat.

Blunder, Nainggolan Minta Maaf

Radja Nainggolan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai AS Roma terhenti di semifinal Liga Champions. Nainggolan minta maaf karena membuat kesalahan fatal.

Roma memang berhasil mengalahkan Liverpool 4-2 di leg kedua, Kamis (3/5/2018) dinihari WIB. Akan tetapi, kemenangan itu tidak cukup meloloskan Giallorossi ke final usai kalah agregat 6-7. Judi Online

Menjamu Liverpool, Roma dihadapkan pada misi membalikkan keadaan usai tumbang 2-5 di Anfield. Namun, misi itu mengalami pukulan setelah Roma kebobolan gol cepat Sadio Mane di menit kesembilan.

Gol itu bisa tercipta karena kesalahan Nainggolan. Operan Nainggolan yang tanggung disambar Roberto Firmino. Bola kemudian diteruskan kepada Mane untuk diceploskan ke gawang Roma.

Kebobolan jelas membuat pekerjaan Roma kian berat. Gol bunuh diri James Milner menguntungkan Il Lupi tapi Liverpool kembali di depan saat paruh jeda lewat Georginio Wijnaldum untuk menjadikan skor 2-1.

Setelah turun minum, Edin Dzeko menyeimbangkan permainan kembali sekaligus menghidupkan peluang tim tuan rumah di menit ke-52. Nainggolan kemudian menebus dosanya dengan menceploskan dua gol di lima menit terakhir. Namun, kebangkitan Roma terlambat. Giallorossi mesti merelakan Liverpool maju ke final usai kalah agregat 6-7. Taruhan Bola

Penyesalan tetap dirasakan Nainggolan.

“Aku bangga menjadi bagian dari tim ini..,” tulis gelandang Roma itu di akun Instagramnya, sebagaimana dikutip Football Italia.

“Aku minta maaf atas kesalahan yang berpengaruh besar pada hasil akhir… Kita maju ke depan #dajeroma,” kata Nainggolan.

Ditahan Imbang Bayern Munich, Real Madrid Ke Final Liga Champions

Ditahan Imbang Bayern Munich, Real Madrid Ke Final Liga Champions

Real Madrid memastikan satu tempat ke babak final Liga Champions. Imbang 2-2 saat melawan Bayern Munich di leg II semifinal, El Real menang agregrat 4-3.

Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018) dinihari WIB, Bayern unggul lebih dulu di menit ketiga berkat gol Joshua Kimmich. Keunggulan itu disamakan oleh Karim Benzema di menit ke-11.

Di babak kedua, Madrid unggul cepat. Gol kedua Benzema tercipta pada menit ke-46, meneruskan blunder kiper Bayern, Sven Ulreich. Bayern bisa menyamakan kedudukan lewat James Rodriguez. Agen Bola

Dengan hasil ini, Madrid lolos ke final Liga Champions untuk ketiga kalinya beruntun.

Jalannya Pertandingan

Jalannya pertandingan cukup menarik. Bayern unggul cepat lewat Kimmich, yang disamakan oleh Benzema.

Babak kedua dimulai, blunder fatal kiper Bayern Munich, Ulreich, membawa Madrid unggul cepat. Ulreich salah mengantisipasi back pass, yang memudahkan Benzema memasukkan bola ke dalam gawang.

Keylor Navas melakukan penyelamatan untuk Madrid pada menit ke-51. Tendangan jarak jauh David Alaba bisa ditepis untuk membuahkan tendangan sudut.

Percobaan Niklas Suele pada menit ke-59 masih belum membuahkan hasil untuk Bayern. Bolanya masih bisa diblok oleh barisan belakang Los Blancos. Bandar Bola

Bayern menyamakan kedudukan pada menit ke-62. James Rodriguez yang mencatatkan namanya di papan skor. Dia membukukan gol itu dengan tendangan keras kaki kanan dari dalam kotak penalti.

Navas melakukan penyelamatan lagi di menit ke-73. Dia menepis tendangan keras Corentin Tolisso dari jarak dekat, untuk menyelamatkan Madrid dari kebobolan.

Cristiano Ronaldo melakukan percobaan pada menit ke-77. Bola tendangannya meneruskan umpan Luka Modric, bisa diblok Suele.

Thomas Mueller nyaris membawa Bayern unggul di menit ke-79. Sundulannya dari jarak dekat masih bisa ditangkap oleh Navas.

Peluang Bayern pada menit ke-90 bisa ditepis Navas. Umpan tendangan bebas Thiago berbuah tendangan sudut saja. Madrid terus mendapatkan tekanan di menit-menit akhir laga, sundulan Suele di masa injury time meneruskan tendangan sudut masih melenceng. Hingga laga berakhir tak ada gol tambahan, skor 2-2 menjadi penutup pertandingan.

Susunan Pemain

Real Madrid: Keylor; Vazquez, Varane, Ramos, Marcelo; Kovacic (Casemiro 73), Modric, Kroos, Asensio; Benzema (Bale 72), Ronaldo

Bayern Munich: Ulreich; Kimmich, Sule, Hummels, Alaba; Muller, Tolisso (Wagner 75), Thiago, Ribery; James (Javi Martinez 84); Lewandowski

Ramos: Madrid Memang Lebih Baik dari Bayern

Kapten Real Madrid Sergio Ramos mengakui timnya kesulitan melawan Bayern Munich. Namun, Madrid layak maju ke final karena secara keseluruhan tampil lebih baik.

El Real lolos setelah berimbang 2-2 melawan Bayern di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5) dinihari WIB. Meski begitu, Madrid tak menjalani pertandingan dengan mudah. Judi Online

Statistik memperlihatkan bahwa Bayern mendominasi dengan unggul penguasaan bola 60:40. Die Roten juga melepaskan 22 percobaan (10 mengarah ke gawang). Akan tetapi, Los Blancos bermain efisien dengan mencetak dua gol dalam tiga percobaan mengarah ke gawang, termasuk memaksimalkan blunder kiper Sven Ulreich.

“Bayern adalah tim hebat seperti yang sudah mereka perlihatkan selama bertahun-tahun, persaing yang sangat berat,” Ramos mengungkapkan usai pertandingan, yang dilansir Marca.

“Mereka memang lebih banyak menguasai bola. Kami menderita, tapi secara keseluruhan di dua leg kami adalah tim yang lebih baik.” Taruhan Bola

Madrid kini di ambang gelar Liga Champions ke-13 dan akan berhadapan dengan pemenang duel antara Liverpool melawan AS Roma di Stadion Olimpiyskiy, Kiev pada 26 Mei. Kedudukan saat ini, Liverpool berpotensi besar menjadi lawan Madrid usai menang 5-2 di semifinal leg pertama.

“Kami mesti yakin. DNA Real seperti itu dan kami akan mempersiapkan diri untuk final,” bek tengah Madrid itu menambahkan.

Sukses Taklukkan 3 Raksasa, Real Madrid Hanya Tunggu Lawan Di Final

Sukses Taklukkan 3 Raksasa, Real Madrid Hanya Tunggu Lawan Di Final

Real Madrid mencapai final Liga Champions setelah menyingkirkan tiga tim raksasa Eropa. Tim besutan Zinedine Zidane itu sekarang tinggal menunggu lawan di partai puncak.

Hasil imbang 2-2 dengan Bayern Munich di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018) dinihari WIB, memastikan Madrid melaju ke final untuk ketiga kalinya secara beruntun. Los Blancos lolos dengan keunggulan agregat 4-3 atas klub raksasa Jerman itu di babak semifinal. Agen Bola

Madrid sebelumnya berhasil mendepak Paris Saint-Germain di babak 16 besar. Meski awalnya tak diunggulkan, mereka membuktikan diri lebih tangguh daripada klub kaya raya dari Prancis itu.

Setelah itu, Madrid lolos dramatis dari babak perempatfinal setelah menyisihkan juara Italia, Juventus. Mereka butuh penalti Cristiano Ronaldo di injury time pada laga di Bernabeu untuk menghentikan Juve.

“Kami menghadapi sebuah tim raksasa, Juve sama, PSG juga,” ujar Zidane seperti dikutip Marca.

“Kami gembira karena berhasil mengalahkan ketiganya meski harus menderita,” katanya.

Madrid kini tinggal menunggu lawan di babak final. Mereka akan berhadapan dengan Liverpool atau AS Roma di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018. Bandar Bola

Catatan Spesial untuk Madrid dan Zidane

Lolosnya Real Madrid ke final Liga Champions menghasilkan catatan spesial untuk mereka. Pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane, juga mengukir sebuah catatan istimewa.

Madrid melangkah ke final Liga Champions setelah bermain imbang 2-2 dengan Bayern Munich di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018) dinihari WIB. Hasil tersebut meloloskan klub raksasa Spanyol itu dengan agregat 4-3.

Madrid lebih dulu tertinggal oleh gol Joshua Kimmich, tapi kemudian berbalik memimpin berkat dua gol Karim Benzema. Bayern mampu menyamakan skor melalui James Rodriguez, namun gagal mendapatkan gol ketiga yang mereka cari. Judi Online

Ini adalah ke-16 kalinya Madrid mencapai final Piala Champions/Liga Champions. Jumlah penampilan Madrid di final adalah yang terbanyak di antara semua klub Eropa.

Dari 15 penampilan sebelumnya di partai final, Madrid 12 kali menjadi juara. Mereka sedang berusaha memenangi titel ke-13 atau yang disebut La Decimotercera.

Madrid kini tinggal menunggu lawan di babak final. Mereka akan berhadapan dengan Liverpool atau AS Roma di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018.

Sebagai pelatih, Zidane juga menorehkan catatan spesial. Zidane menjadi pelatih pertama yang mencapai tiga final Liga Champions secara beruntun sejak Marcello Lippi melakukan hal serupa bersama Juventus pada 1996-1998.

Selain itu, di bawah arahan Zidane, Madrid tak pernah tersingkir di Liga Champions dan selalu lolos dalam sembilan duel di babak knockout. Bersama pelatih asal Prancis itu, Madrid menjadi juara pada 2016 dan 2017.

Angkat Topi Untuk Keylor Navas

Real Madrid harus berterima kasih kepada penjaga gawang mereka, Keylor Navas. Navas punya peran krusial dalam kelolosan Los Blancos ke final Liga Champions.

Madrid memastikan diri lolos ke final setelah menyisihkan Bayern Munich dengan agregat 4-3 di semifinal. Pada pertandingan leg kedua semifinal di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018) dinihari WIB, kedua tim bermain imbang 2-2.

Bayern unggul duluan melalui gol Joshua Kimmich, namun Madrid berbalik unggul 2-1 berkat dua gol Karim Benzema. Setelah menyamakan skor melalui James Rodriguez, Bayern berusaha mati-matian selama setengah jam terakhir untuk mencetak gol ketiga, tapi upaya mereka tak menghasilkan apa-apa.

Keberadaan Navas di bawah mistar Madrid menjadi salah satu alasannya. Kiper asal Kosta Rika itu tampil sangat baik kendati kemasukan dua gol.

Navas menggagalkan peluang-peluang Bayern lewat Thomas Mueller, Robert Lewandowski, David Alaba, Mats Hummels, dan Corentin Tolisso. Mantan kiper Levante itu tercatat membuat delapan penyelamatan di sepanjang pertandingan. Itu adalah jumlah penyelamatan terbanyak yang pernah dia buat dalam sebuah pertandingan fase gugur Liga Champions. Taruhan Bola

“Saya sangat gembira. Bersyukur kepada Tuhan karena ini adalah laga yang sangat sulit. Mereka adalah tim hebat,” ujar Navas seperti dikutip Marca.

“Kami sangat menderita, tapi kami lolos ke final, yang mana kami inginkan. Kami sedang mengukir sejarah dan akan berjuang hingga akhir,” tambahnya.

Di babak final, Madrid akan menghadapi Liverpool atau AS Roma di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018.

“Kami akan mempersiapkan diri dengan baik untuk final, menghormati lawan, tapi dengan harapan besar untuk juara. Saya ingin berterima kasih kepada fans untuk dukungan mereka, kami harus menikmati ini semua bersama-sama, dan pergi ke Kiev dengan mentalitas yang sama,” kata Navas.

Laga Terakhir Arsene Wenger Di Old Trafford, MU Menangi Duel

Laga Terakhir Arsene Wenger Di Old Trafford, MU Menangi Duel

Manchester United kokoh di peringkat kedua papan klasemen Premier League usai mengalahkan Arsenal. Mereka pun kian terpacu finis sebagai runner-up.

Kemenangan atas Arsenal di Old Trafford itu sudah mengamankan tiket Liga Champions bagi MU. Tapi, dengan koleksi 77 poin belum cukup mengamankan posisi kedua di akhir musim.

Tim besutan Jose Mourinho itu butuh tambahan empat poin dari tiga laga yang tersisa untuk mengunci posisi runner-up. Saat ini, ada dua tim lain yang masih berpeluang finis di urutan kedua, yakni Liverpool (72 poin) dan Tottenham Hotspur (68 poin). Agen Bola

Bek sayap MU, Ashley Young, menegaskan jika MU layak finis di urutan kedua. Dengan peringkat itu, mereka bakal makin percaya diri menatap musim depan.

“Sejujurnya, dengan kami berada di posisi kedua sepanjang musim ini itu bagus untuk dapat memberikan kepastian ke kualifikasi Liga Champions,” ujar Young seperti dikutip Daily Star.

“Tapi, ketika kalian sudah terus berada di urutan kedua maka kalian ingin segera menyelesaikannya,” dia menambahkan.

“Kami ingin finis lebih tinggi lagi. Tapi, tentu saja itu sudah tak mungkin. Makanya, finis di urutan kedua adalah sesuatu yang kami dambakan,” ujar dia.

Di sisa musim, MU akan menghadapi lawan-lawan yang relatif lebih lemah. Terdekat, MU akan bertandang ke markas Brighton Albion, kemudian ke markas West Ham United, dan satu laga kandang dengan menjamu Watford.

“Kami membutuhkan empat poin sekarang dan masih ada tiga pertandingan tersisa di liga. Kami ingin meraih poin sebanyak-banyaknya,” ujar Young. Bandar Bola

“Ketika kalian memenangi sebuah pertandingan itu akan berimbas kepada kepercayaan diri. begitu pula ketika kalian bermain bagus, juga akan memberikan kepercayaan diri,” Young menegaskan.

Sudah Amankan Tiket Liga Champions, MU Selanjutnya Kunci Posisi Dua

Kemenangan atas Arsenal sekaligus memastikan tiket Liga Champions musim depan untuk Manchester United. Kini sisa posisi dua untuk dikunci di Premier League.

MU menambah tiga poin dalam saku mereka usai menang 2-1 atas Arsenaldi Old Trafford, Minggu (29/4/2018) malam WIB. Gol-gol dari Paul Pogba dan Marouane Fellaini cuma dibalas sekali oleh Arsenal lewat Henrikh Mkhitaryan.

Hasil ini krusial untuk MU, karena mereka memastikan satu tiket Liga Champions musim depan. Mengoleksi nilai 75 dari 35 laga, mereka unggul 11 poin atas Chelsea di posisi lima.

Dengan tiga partai tersisa, jarak tersebut takkan teratasi lagi. Namun Mourinho menekankan bahwa masih ada poin-poin untuk diperjuangkan demi mengunci posisi runner-up. Judi Online

‘Setan Merah’ saat ini berjarak lima poin dari Liverpool di posisi tiga yang sudah bermain 36 kali, lalu sembilan angka dari Tottenham Hotspur di tempat keempat yang baru bermain 34 kali. Empat poin tambahan di sisa tiga pertandingan akan cukup untuk mengamankan posisi saat ini.

“Kami meraih tiga poin yang mematikan pembicaraan soal Liga Champions. Tapi kami masih butuh empat poin lagi untuk finis kedua, yang mana jadi keinginan kami,” kata Mourinho kepada Sky Sports, dilansir BBC.

Wenger: Terima Kasih Kado Perpisahannya, MU

Arsene Wenger mendapat kado perpisahan dari Manchester United. Manajer Arsenal itu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada tim rivalnya tersebut.

MU menjamu Arsenal di Old Trafford dalam pertandingan pekan ke-35, Minggu (29/4/2018). Sebelum laga, ada sesi pemberian kenang-kenangan untuk Wenger, yang akan mundur dari jabatannya di akhir musim.

Dalam sesi itu, Wenger mendapat cendera mata yang diberikan langsung oleh mantan manajer MU sekaligus rival panjangnya, Sir Alex Ferguson. Manajer MU saat ini Jose Mourinho juga memberi Wenger pelukan, meskipun selama ini mereka kerap berselisih.

Dalam pertandingan itu, Arsenal pun kalah 1-2. Usai laga, Wenger mengaku terkesan dengan aksi simpatik Setan Merah. Taruhan Bola

“Ini adalah pertandingan dan hasilnya. Saya adalah orang yang selalu berusaha dan memenangkan pertandingan sepak bola, tetapi saya pikir itu tidak berubah. Saya kecewa,” kata Wenger usai pertandingan seperti dilansir Independent.

“Saya berterima kasih kepada Man United karena mereka memiliki sikap yang baik. Ini pertama kalinya saya mendapatkan trofi sebelum pertandingan. Sesuatu yang sangat berkelas dari mereka,” tambahnya.

“Saya belum melihatnya [kenang-kenangan itu]. Itu sebelum pertandingan jadi tidak ada waktu. Saya ingin membalasnya dengan segelas anggur merah kepada Sir Alex karena itu adalah wine terbaik,” ia menambahkan.

Kekalahan di Old Trafford menambah panjang catatan buruk Wenger atas MU. Manajer berusia 68 tahun itu sudah kalah 28 kali atas Setan Merah.

Walau Kalah, De Rossi Bangga Salah Tampil Luar Biasa

Walau Kalah, De Rossi Bangga Salah Tampil Luar Biasa

AS Roma tak bisa menghentikan Mohamed Salah dalam laga melawan Liverpool. Daniele De Rossi bahagia dengan penampilan bagus Salah, meski menyakitkan untuk Roma.

Giallorossi menelan kekalahan 2-5 saat melawat ke markas Liverpool di laga leg I semifinal Liga Champions 2017/2018. Salah bermain gemilang dalam pertandingan di Anfield, Rabu (25/4/2018) dinihari WIB.

Salah membukukan sebanyak dua gol dalam pertandingan itu. Pemain asal Mesir itu juga membukukan dua assist. Dia menjadi pemain pertama yang terlibat dalam empat gol di satu pertandingan semifinal.

De Rossi mempunyai komentar mengenai eks rekan setimnya musim lalu itu. Salah dinilai sudah jauh lebih berkembang di sepertiga akhir daerah permainan lawan. Agen Bola

“Kita tahu bahwa Salah merupakan pemain hebat dan juga pribadi yang luar biasa. Saya senang untuknya, meskipun itu merugikan untuk kami,” kata De Rossi di Football Italia.

“Dia jauh lebih baik di sepertiga akhir lapangan dan sudah menjelma menjadi pemain yang menentukan seperti yang kita tahu bisa dia lakukan,” dia menambahkan.

Salah memang menjalani musim yang luar biasa untuk Liverpool. Dia sudah menyumbangkan sebanyak 43 gol di semua ajang.

Dua Gol di Anfield Hidupkan Asa Roma

AS Roma sempat merasa sudah tersingkir dari Liga Champions ketika mereka ketinggalan 0-5 di Anfield. Namun, dua gol di menit-menit akhir membuat asa mereka kembali hidup.

Roma kalah 2-5 dari Liverpool di Anfield, Rabu (25/4/2018) dinihari WIB, pada leg pertama semifinal Liga Champions. Giallorossi bahkan sempat tertinggal lima gol lebih dulu pada laga ini.

Kiper Roma, Alisson Becker, dipaksa memungut bola dari dalam gawangnya oleh Mohamed Salah (dua kali), Sadio Mane, dan Roberto Firmino (dua kali). Bandar Bola

Roma baru bisa bangkit dalam sepuluh menit terakhir. Tim tamu menipiskan kekalahan melalui gol Edin Dzeko pada menit ke-81 dan penalti Diego Perotti pada menit ke-85.

Direktur Olahraga Roma, Monchi, menyebut gol-gol Dzeko dan Perotti telah menghidupkan kembali harapan timnya yang sempat mati.

“Ini adalah sebuah situasi sulit. Kami menuju pertandingan ini dalam performa bagus dan hasilnya tidak bagus,” ujar Monchi di situs resmi Roma.

“Tapi, sampai 10 menit terakhir kami sudah tersisih dari kompetisi. Sekarang kami masih punya harapan, dan kami harus memanfaatkan peluang kecil ini dan melakukan hal yang sama seperti saat melawan Barcelona,” katanya.

Untuk membalikkan keadaan, Roma harus mengalahkan Liverpool di Olimpico dengan skor minimal 3-0 pada leg kedua yang akan digelar pekan depan.

“Saya selalu yakin kepada tim saya. Ini akan sulit, kami pernah melakukan itu sekali sebelumnya dan mereka akan tahu bahwa mereka tak boleh meremehkan kami,” kata Monchi.

“Kami harus punya kepercayaan diri dan yakin. Fans akan mendukung kami — dan 90 menit di Olimpico bisa jadi sangat lama,” tuturnya.

Henderson Sesali Dua Gol Roma

AS Roma membalas dua kali ke gawang Liverpool di leg I semifinal Liga Champions. Dua gol itu amat disesali oleh kapten The Reds, Jordan Henderson.

Dalam pertandingan di Anfield, Rabu (25/4/2018), Liverpool memetik kemenangan dengan skor akhir 5-2. Si Merah unggul lima gol lebih dulu saat melawan Giallorossi. Judi Online

Mohamed Salah membukukan sepasang gol dalam pada babak pertama. Di paruh kedua laga, Sadio Mane dan Roberto Firmino menambah gol untuk Liverpool. Firmino membukukan sepasang gol.

Roma membalas dua kali setelah Edin Dzeko dan Diego Perotti membukukan namanya di papan skor. Dengan hasil ini, Roma harus menang 3-0 untuk lolos ke final Liga Champions.

Henderson kecewa Liverpool tak bisa mencetak clean sheet, hingga membuat langkah ke babak puncak menjadi lebih mudah.

“Kami kecewa dengan dua gol itu karena kami merasa bisa memegang kendali. Di saat bersamaan, kami bermain bagus, kami memenangi pertandingan dan kami akan pergi ke kandang mereka dengan keunggulan tiga gol,” kata Henderson di situs UEFA. Taruhan Bola

“Kami tak memperagakan permainan sepakbola kami dalam 20 menit terakhir dan gol mereka terjadi karena ketegangan, tak jelas karena apa. Tapi, kami harus tetap yakin,” dia menambahkan.

Klopp: Selama 80 Menit Liverpool Terbilang Sempurna

Klopp: Selama 80 Menit Liverpool Terbilang Sempurna

Juergen Klopp tak sepenuhnya puas dengan performa Liverpool meski menang telak atas AS Roma. Klopp menyayangkan dua gol yang bersarang di gawang Liverpool.

Liverpool tampil impresif kala melibas Roma di leg pertama semifinal Liga Champions. Bertanding di Anfield, Rabu (25/4/2018) dini hari WIB, The Reds membukukan kemenangan 5-2 atas tamunya itu.

Liverpool merepotkan lini belakang Roma dan memimpin 5-0 lebih dulu. Mohammed Salah dan Roberto Firmino masing-masing mencetak dua gol ditambah satu gol dari Sadio Mane. Agen Bola

Tapi Roma kemudian menipiskan skor setelah Edin Dzeko mencetak gol di menit ke-81. Roma kemudian mendapat hadiah penalti menyusul handball yang dilakukan James Milner di menit ke-85. Diego Perotti sukses mengonversi tendangan penalti tersebut menjadi gol sekaligus memangkas defisit skor.

Meski menyebut hasil tersebut fantastis, Klopp tetap menyayangkan kesalahan yang dibuat lini belakang Liverpool di menit-menit akhir pertandingan.

“Performa yang sempurna selama sekitar 80 menit. Kami membuat satu kesalahan dalam bertahan. Penalti bukan penalti, tapi itulah situasinya dan sekarang skornya 5-2,” ujar Klopp kepada BT Sport.

“Tentu kami akan lebih senang kalau 5-0 atau 5-1, tapi 5-2 adalah hasil yang fantastis. Kami akan ke sana (Roma) dan mencoba lagi.”

“Penyerang-penyerang kami berlari di belakang bek lawan, itu sepenuhnya mengubah pertandingan dan mereka tidak bisa mengatasinya. Kami mencetak gol-gol ini dan bisa saja bikin gol lebih banyak lagi.”

“Itu semua positif, saat ini rasanya tidak semuanya positif karena mereka mencetak dua gol, tapi besok saya akan lihat bagian yang bagus dari pertandingan ini,” lanjut manajer asal Jerman itu. Bandar Bola

“Ini jelas lebih baik daripada yang saya pikirkan sebelumnya, tapi saat ini tentu ada sedikit kesalahan,” katanya.

Pertandingan leg kedua akan digelar di Stadion Olimpico pada Kamis (3/5/2018) dini hari WIB.

Aksi Gemilang Trio ‘Firmansah’

Liverpool menang meyakikan atas AS Roma di leg I semifinal Liga Champions. Trio Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah bermain gemilang.

Dalam pertandingan di Anfield, Rabu (25/4/2018) dinihari WIB, Liverpool memetik kemenangan dengan skor akhir 5-2. Firmino, Mane, Salah yang mencatatkan namanya di papan skor.

Opta melansir data bahwa kemenangan Liverpool ini merupakan ulangan dari skor yang dicatatkan oleh Ajax Amsterdam saat mengandaskan Bayern Munich di babak semifinal 1994/1995.

Salah penampil paling cemerlang dengan catatan dua gol dan dua assist. Dia pun dicatat oleh Gracenotelive menjadi pemain pertama di sepanjang sejarah Liga Champions, yang terlibat dalam empat gol dalam satu pertandingan. Judi Online

Dengan tambahan dua gol ini, Salah kini sudah membukukan 10 gol di Liga Champions musim ini. Catatan itu merupakan terbanyak yang pernah dibukukan oleh pemain Liverpool dalam satu musim kompetisi Liga Champions.

Sementara itu, Mane dicatat oleh Opta mampu membukukan gol dalam tiga kandang Liverpool secara berurutan di sepanjang kariernya.

Kerja sama Firmino-Salah sangat padu di Liga Champions. Keduanya secara keseluruhan sudah membukukan enam gol untuk The Reds. Taruhan Bola

Firmino juga menjadi salah satu pemain yang membukukan 10 gol paling cepat di Liga Champions. Dia membutuhkan waktu 11 pertandingan untuk meraih jumlah gol saat ini.

Leg Pertama Semifinal Liga Champions, Liverpool Tundukkan Roma 5-2

Leg Pertama Semifinal Liga Champions, Liverpool Tundukkan Roma 5-2

Liverpool meraih kemenangan besar di leg pertama semifinal Liga Champions. The Reds mengalahkan AS Roma di kandang sendiri dengan skor 5-2.

Menjamu Roma di Anfield, Rabu (25/4/2018) dinihari WIB, Liverpool tampil sangat baik dengan terus menggempur lawannya itu. Tim tuan rumah memporak-porandakan Roma dengan unggul lima gol lebih dulu.

Mohamed Salah membawa Liverpool memimpin 2-0 saat turun minum lewat gol-golnya pada menit ke-36 dan pada injury time babak pertama. Liverpool kemudian mencetak tiga gol tambahan di babak kedua melalui Sadio Mane pada menit ke-56 serta Roberto Firmino pada menit ke-62 dan 69.

Roma menghidupkan harapan mereka dengan mencetak dua gol balasan di menit-menit akhir melalui Edin Dzeko pada menit ke-81 dan Diego Perotti pada menit ke-85. Agen Bola

Hasil ini membuka lebar peluang Liverpool untuk lolos ke final. Sebaliknya, Roma harus menang dengan skor minimal 3-0 di leg kedua yang akan digelar pada pekan depan untuk membalikkan keadaan.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan berlangsung seru sejak awal. Dalam tiga menit pertama, masing-masing tim sudah membuat tembakan ke arah gawang.

Roma lebih dulu mendapatkan peluang ketika Kevin Strootman menyambut umpan Dzeko dengan sepakan keras. Tapi, tembakan Strootman bisa diantisipasi oleh Loris Karius.

Liverpool kemudian membalasnya lewat serangan balik yang dimotori oleh Salah. Salah mengakhiri aksinya dengan tembakan tepat sasaran, yang masih bisa dibaca oleh kiper Roma, Alisson Becker. Bandar Bola

Memasuki menit kedelapan, percobaan Alex Oxlade-Chamberlain dari luar kotak penalti belum menghasilkan gol. Tembakannya dengan mudah diamankan oleh Alisson.

Roma nyaris unggul di menit ke-19. Aleksandar Kolarov melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi Karius bisa menepisnya ke mistar gawang.

Mane menyia-nyiakan sebuah peluang emas pada menit ke-28. Dalam sebuah serangan balik kilat, Mane sebenarnya tinggal menghadapi Alisson, tapi penyelesaiannya malah tak menemui sasaran.

Peluang berikutnya untuk Liverpool didapat oleh Salah dua menit kemudian. Salah menembak ke tiang jauh, namun Alisson menunjukkan reaksi yang sangat baik dengan menepisnya.

Mane sempat menjebol gawang Roma di menit ke-34. Namun, golnya dianulir wasit karena Mane berada dalam posisi offside ketika menyambut umpan dari Andrew Robertson.

Liverpool yang terus menekan Roma punya peluang lagi lewat Firmino. Firmino melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi Alisson bisa membacanya.

Kebuntuan terpecahkan pada menit ke-36 setelah Salah menjebol gawang Roma. Menguasai bola di dalam kotak penalti, Salah melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang. Liverpool memimpin 1-0. Judi Online

Liverpool nyaris memperbesar keunggulannya dua menit kemudian. Dejan Lovren menanduk bola sepak pojok, tapi si kulit bundar hanya menghantam mistar.

Tekanan Liverpool terus berlanjut. Georginio Wijnaldum punya kans mencetak gol di menit ke-41, tapi tembakannya dimentahkan oleh Alisson.

Salah menggandakan keunggulan Liverpool menjadi 2-0 lewat golnya di injury time babak pertama. Dalam sebuah serangan balik, Salah yang menerima umpan dari Firmino langsung menghadapi Alisson dan dengan tenang mencungkil bola untuk menaklukkan kiper Roma itu.

Roma melakukan perubahan di awal babak kedua. Tim tamu menarik keluar Cengiz Under dan memainkan Patrik Schick yang berposisi striker.

Namun, masuknya Schick tak banyak berpengaruh pada serangan Roma. Roma kesulitan keluar dari tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Liverpool.

Liverpool mengubah skor menjadi 3-0 di menit ke-56 melalui gol Mane. Gol ini berawal dari tusukan Salah di sisi kanan. Salah kemudian mengirimkan umpan silang yang dituntaskan Mane menjadi gol.

Hanya berselang enam menit, Liverpool mencetak gol keempatnya lewat Firmino. Prosesnya mirip dengan gol sebelumnya. Salah melakukan penetrasi di sisi kanan, mengirimkan umpan silang ke mulut gawang, dan Firmino tinggal menyonteknya ke dalam gawang.

Tak puas dengan empat gol, Liverpool kembali menggetarkan gawang Roma pada menit ke-69. Firmino kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah sundulannya meneruskan tendangan sudut James Milner berbuah gol. Liverpool unggul 5-0.

Roma akhirnya bisa menciptakan peluang di menit ke-73. Diego Perotti mengirimkan umpan silang yang ditanduk oleh Schick, tapi Karius berada di posisi yang tepat untuk mengamankan bola.

Roma menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-5 melalui gol Dzeko pada menit ke-81. Menerima umpan terukur dari Radja Nainggolan, Dzeko menjebol gawang Liverpool lewat tembakan ke tiang dekat.

Roma kemudian mendapatkan penalti empat menit kemudian. Wasit menunjuk titik putih karena menganggap Milner melakukan handball. Perotti yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Liverpool 5, Roma 2.

Tak berselang lama, Dzeko memiliki peluang untuk mencetak gol lagi. Tapi, tembakan jarak jauhnya masih melambung. Taruhan Bola

Roma berusaha keras untuk mencetak gol tambahan di sisa waktu. Namun, Liverpool berhasil menjaga gawangnya tak kemasukan lagi.

Susunan Pemain

Liverpool: Karius; Alexander-Arnold, Lovren, Van Dijk, Robertson; Milner, Henderson, Oxlade-Chamberlain (Wijnaldum 18′); Salah (Ings 75′), Firmino (Klavan 90+2′), Mane

Roma: Alisson; Manolas, Fazio, Juan Jesus (Perotti 67′); Florenzi, De Rossi (Gonalons 67′), Strootman, Kolarov; Nainggolan, Cengiz Under (Schick 46′); Dzeko

Manchester City Taklukkan Swansea City 5-0

Manchester City Taklukkan Swansea City 5-0

Manchester City menandai laga pertama usai menjadi juara Premier League musim ini dengan gaya. City menggunduli tim papan bawah Swansea City dengan skor 5-0.

Menjamu Swansea di Etihad Stadium, Minggu (22/4/2018), City tak mendapatkan perlawanan berarti. The Citizens begitu mendominasi dari awal hingga akhir pertandingan.

City menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Gol David Silva pada menit ke-12 dan Raheem Sterling pada menit ke-16 membawa City memimpin. Agen Bola

City mencetak tiga gol tambahan setelah turun minum. Tiga gol tersebut dicetak oleh Kevin De Bruyne di menit ke-54, Bernardo Silva di menit ke-64, dan Gabriel Jesus pada menit ke-88.

City kini mengumpulkan 90 poin dari 34 pertandingan, unggul 16 poin atas Manchester United yang berada di posisi kedua. Swansea terpuruk di peringkat ke-17 dengan 33 poin dan hanya berjarak empat poin dari zona degradasi.

Jalannya Pertandingan

Karena Swansea bermain sangat defensif sejak awal, City harus bersabar dalam membangun serangan. Kesabaran City berbuah manis karena tembakan pertama mereka langsung menjadi gol di menit ke-12.

Gol yang dicetak David Silva itu diawali umpan terobosan dari Kevin De Bruyne kepada Raheem Sterling. Sterling yang berada di kotak penalti kemudian mengoperkan bola kepada David Silva yang berlari dari belakang. David Silva menuntaskan aksinya dengan tembakan dari jarak dekat yang membawa City memimpin 1-0. Bandar Bola

Hanya berselang empat menit, City memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol Sterling. Fabian Delph bermain umpan satu-dua dengan David Silva sebelum mengirimkan umpan matang dari sisi kiri. Sterling sudah menunggu di mulut gawang dan dengan leluasa mencetak gol.

Percobaan Bernardo Silva di menit ke-31 tak menghasilkan gol ketiga City. Tembakan kaki kirinya dari dalam kotak penalti bisa diantisipasi kiper Swansea, Lukasz Fabianski, dengan relatif mudah.

De Bruyne menjajal peruntungannya melalui tembakan jarak jauh dua menit kemudian. Tembakan De Bruyne ini memaksa Fabianski menjatuhkan diri untuk menepis bola.

Tak berselang lama, Fabianski kembali memperlihatkan kesigapannya di bawah mistar. Dia mementahkan tembakan Gabriel Jesus.

Meski sangat jarang menyerang, Swansea bukannya tak punya peluang. Pemain belakang Alfie Mawson melakukan aksi individu di menit-menit akhir babak pertama, tapi tembakannya dari luar kotak penalti dengan mudah diamankan oleh Ederson.

Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan City.

De Bruyne membawa City memimpin 3-0 lewat gol indahnya pada menit ke-54. Gelandang asal Belgia itu melepaskan tembakan menyilang yang begitu kencang dari luar kotak penalti untuk menggetarkan gawang Swansea. Fabianski sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghentikannya, tapi gagal.

Mawson punya peluang untuk menipiskan ketertinggalan Swansea. Dia dengan bebas menyundul sebuah bola sepak pojok, tapi arahnya masih sedikit melambung. Judi Online

Wasit memberikan penalti untuk City di menit ke-64 menyusul pelanggaran Federico Fernandez terhadap Sterling. Gabriel Jesus maju sebagai eksekutor, tapi tembakannya cuma mengenai tiang gawang. Beruntung buat City, Bernardo Silva muncul dari belakang untuk menyambar bola muntah ke dalam gawang. Skor pun berubah menjadi 4-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Nyaris terjadi gol bunuh diri lima menit kemudian ketika Mawson salah mengantisipasi bola sepak pojok City. Beruntung buat Mawson, si kulit bundar cuma kena tiang.

Gabriel Jesus gagal memaksimalkan peluang emas yang didapatnya pada menit ke-83. Dia begitu bebas ketika menyambut umpan silang Phil Foden, tapi sundulannya mengarah tepat ke pelukan Fabianski.

Tapi, Gabriel Jesus membayar kesalahannya itu dua menit sebelum berakhirnya waktu normal. Dia mencetak gol untuk memantapkan kemenangan City menjadi 5-0. Penyerang muda asal Brasil itu dengan leluasa menyundul bola hasil umpan Yaya Toure ke sudut yang tak terjangkau Fabianski. Taruhan Bola

Susunan Pemain

Manchester City: Ederson; Danilo, Kompany, Laporte, Delph (Mendy 75′); Guendogan, De Bruyne (Yaya Toure 65′), David Silva; Bernardo Silva, Gabriel Jesus, Sterling (Foden 71′)

Swansea City: Fabianksi, Naughton, Van Der Hoorn, Fernandez (Bartley 67′), Mawson, Olsson (Abraham 75′), Ki (Clucas 65′), King, Carroll, A. Ayew, J. Ayew

Bukan Mundur, Arsene Wenger Sebenarnya Dipecat Arsenal?

Bukan Mundur, Arsene Wenger Sebenarnya Dipecat Arsenal?

Arsene Wenger dipastikan meninggalkan Arsenal di akhir musim ini. Namun, santer dikabarkan bahwa Wenger bukannya mundur melainkan dipecat Arsenal.

Pada Jumat (20/4/2018), Wenger mengumumkan tidak akan melanjutkan kontraknya yang mestinya berakhir pada 2019. Dengan demikian, manajer Prancis tersebut akan menyudahi kariernya selama 22 tahun di London Utara.

The Sun melaporkan secara eksklusif bahwa Wenger sesungguhnya sudah kehilangan kesabaran dari pemilik klub Stan Kroenke. Arsenal bahkan mesti memberi kompensasi sebesar 11 juta pound sterling (sekitar Rp 213,3 miliar) kepada pelatih berusia 68 tahun itu untuk hengkang. Agen Bola

Wenger disebutkan sesungguhnya tidak mau meninggalkan Arsenal, klub yang dibawanya menjuarai tiga Premier League itu. Jadi the Gunners memutuskan membayar penuh gaji dia.

Arsenal sangat menginginkan untuk kembali ke Liga Champions. Pengumuman kepergian Wenger diharapkan bisa mendapatkan kembali dukungan penuh dari fans sebelum duel melawan Atletico Madrid di semifinal Liga Europa.

Pemain legendaris Arsenal, Ian Wright, yakin betul bahwa Wenger memang dipecat. Mengingat karakter mantan manajernya itu.

“Arsene Wenger adalah orang dengan prinsip yang teguh, kejujuran dan integritas. Itulah mengapa saya yakin dia sesungguhnya dipecat, bukannya mundur,” tulis Wright dalam kolomnya, yang dilansir Standard.

“Atas semua kata-kata pedas dan cacian kepada dia, Arsene bukanlah tipe orang yang pergi sebelum kontraknya selesai.”

“Ini memang sebuah situasi yang menyedihkan dan saya kira kita tidak akan pernah tahu siapa yang bertanggungjawab, karena mereka akan saling menyembunyikan. Di suatu hari, dia sedang melakukan konferensi pers tanpa isyarat apapun soal hal ini, di konferensi pers yang lain dia langsung mengatakan akan pergi.” Bandar Bola

“Tapi Arsene bisa pergi dengan kepala mendongak. Itulah mengapa, apapun hasilnya, sangat penting dia mendapatkan perpisahan sebagai seorang Arsenal sejati dan legenda sepakbola. Kita semua berutang banyak kepada dia.”

Pernah Berselisih, Ini Kata Mourinho Usai Pengumuman Mundur Wenger

Arsene Wenger dan Jose Mourinho beberapa kali berselisih. Seiring pengumuman Wenger untuk mundur di akhir musim, Mourinho pun dimintai komentarnya. Apa katanya?

Wenger sudah mengumumkan dirinya bakal mundur dari posisi manajer Arsenal ketika musim ini berakhir, menandai karier panjangnya di posisi tersebut.

Di masa lalu, Mourinho pernah mengkritik Wenger sebagai “tukang intip” dan “spesialis kegagalan”. Tapi perselisihan tersebut tidak mengurangi kekagumannya ke Wenger. Judi Online

“Jika ia gembira, saya ikut gembira. Kalau ia sedih, saya pun turut sedih. Saya mendoakan yang terbaik buat para rival saya,” kata Mourinho seperti dikutip ESPNFC.

“Anda tak tahu seberapa besar kami saling respek walaupun terkadang kelihatannya tidak seperti itu. Para pemain dapat kartu kuning dan kartu merah akibat agresinya satu sama lain, manajer juga begitu.”

“Ini semua mengenai pegang kuasa, ambisi, dan adu kualitas, tapi pada akhirnya kami semua menekuni dunia yang sama dan saling menghormati karier masing-masing,” tuturnya.

Belum diketahui apa rencana Wenger selepas tidak lagi menjadi manajer Arsenal, posisi yang sudah ia tempati semenjak tahun 1996 silam. Mourinho percaya pria 68 tahun yang juga pernah menangani Monaco dan Grampus Eight itu tak bakal jauh-jauh dari sepakbola. Taruhan Bola

“Kita semua tahu apa yang ia lakukan, tiga titel Premier League dan tujuh Piala FA, apa yang ia lakukan di Jepang dan Prancis, apa yang ia bawa ke persepakbolaan Prancis dan apa yang ia berikan untuk Arsenal dalam periode tanpa Premier League, transisi (pindah) dari stadion lama ke stadion baru,” ucapnya.

“Jika ia gembira dangan keputusannya, saya pun ikut senang dan saya harap ia tidak (sekaligus) pensiun dari dunia sepakbola,” kata Mourinho.

Scroll to top